
Militan
merupakan kata/ ungkapan yang selalu terdengar menakutkan/ ekstrem
ditelinga para musuh Islam, bahkan dikalangan kita pun kata/ ungkapan
itu selalu identik kepada saudara kita Islam kanan/ Islam garis keras.
So sebagaian dari saudara kita juga risih akan sebutan itu. Sebenarnya
apa yang dimaksud dengan militan dan perlukah Muhammadiyah akan hal itu?
Militan
sebagaimana dalam kamus besar bahasa Indonesia bermakna bersemangat
tinggi. Untuk membina suatu organisasi diperlukan orang-orang yang
militan dan penuh pengabdian. Dari makna tersebut dapat kita tarik
benang merah bahwa sebenarnya militan adalah vitamin yang dibutuhkan
oleh setiap organisasi untuk kelangsungan aktivitas organisasi ke depan
yang telah tertera dalam program kerja. Perjalanan setiap organisasi
memang tidak lepas dari orang-orang yang mempunyai ruh-ruh semangat
tinggi (militan).
Muhammadiyah
sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan yang berkiprah dibidang
dakwah, dalam sejarah berdirinya didirikan oleh seorang yang mempunyai
ghirah perjuangan yang tinggi. Sehingga Muhammadiyah sampai sekarang
eksistensinya selalu membawa perubahan bagi kehidupan bermasyarakat. Sungguh betapa dibutuhkannya vitamin
militan yang membawa kesegaran dan kebugaran organisasi. Di era masa
kini banyak generasi kita terkonstaminasi penyakit-penyakit hedonisme,
pragmatisme, dan isme-isme yang lain. Aktivitas-aktivitas yang mereka
lakukan hanyalah untuk kepentingan sesaat.
Ada yang
untuk menghibur diri, ingin dipuji, gengsi, memuluskan
kepentingan-kepentingan pribadi dan lain-lain. Senada dengan itu dan
lagi membudaya di lingkungan kita adalah meletan. Meletan ini berasal
dari bahasa jawa yang dalam bahasa Indonesianya berarti suka mencari dan
membicarakan so mencela kekurangan orang lain tanpa ia sadari bahwa
sebenarnya ia sendiri tidak mampu melakukan dan atau bahasa orang-orang
akademi berbicara melangit tidak membumi.
Waakhiran tidak ada satu bahasa yang pas kecuali “AYO BEKERJA JANGAN BICARA SAJA”. Pemuda
sebagai generasi yang masih mempunyai tenaga fresh untuk mengangkat
senjata-senjata perjuangan demi terciptanya masyarakat yang
berperadaban, membawa misi ilahiyah rahmatal lil,alamin harus
benar-benar mengarahkan modal tenaganya kearah militansi. Karena tiada
guna militansi tinggi yang tidak didukung dengan tenaga fresh.Militan
bagi Pemuda Muhammadiyah adalah wajib adanya, karena dari situlah
sebenarnya embrio-embrio inovasi akan menelurkan ide-ide cerdas yang
membumi di Peryarikatan Muhammadiyah. Kelesuan di organisasi selama ini
akibat dari sebuah kemasan kegiatan yang monoton tanpa sebuah variasi
yang memberikan image kepada warga bahwa ini adalah hal baru. Sehingga
sebagian warga Muhammadiyah bergeming bahwa hanya begini-begini saja
kegiatan Muhammadiyah. Dari kemiskinan inovasi tersebut banyak kita
lihat kader-kader persyarikatan yang mempunyai militansi tinggi hijrah
dari Muhammadiyah dan juga warga Muhammadiyah yang kita ajak berkegiatan
tidak merespon.Walhasil
mari kita bermilitansi ria dalam mengemban amanat dakwah ini
sebagaimana bidang yang telah kita emban agar kelesuan selama ini
menjadi fresh. Fasstabiqul khairat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar