Dalam rangka memeriahkan Milad Muhammadiyah 107 H dan Pelantikan Pimpinan
Cabang Muhammadiyah Se Kabupaten Nganjuk dan Kwarda HW Kab. Nganjuk yang
diselenggrarakan di Pendopo Nganjuk Ruang Anjuk Ladang. Ahad 25 Desember 2016.
Wakil Ketua PWM Jawa Timur Prof. Dr. Thohir Luth, MA mengatakan Muhammadiyah memandang bahwa NKRI merupakan hasil Konsensus (kesepakatan)
nasional dan tempat pembuktian atau kesaksian untuk menjadi negeri yang aman
dan damai menuju kehidupan yang maju, adil, makmur, bermartabat, dan berdaulat
dalam naungan ridha Allah SWT. Hasil kesepakatan atau Konsensus itulah yang
diistilahkan dengan Darul ‘Ahdi,
Negara Kesepakatan Nasional. Sedangkan Negara Kesaksian diistilahkan dengan Darusy Syahadah. Sehingga Indonesia
sebagai NKRI, dimaknai oleh Muhammadiyah sebagai Negara hasil kesepakatan
nasional dan Negara kesaksian, Darul
‘Ahdi Wa Syahadah.
Pandangan kebangsaan Muhammadiyah ini sejalan dengan cita-cita Islam
tentang Negara idaman yaitu, Baldatun
Thayibatun Wa Rabbun Ghafur, yaitu negri yang baik dan berada dalam ampunan
Allah SWT. Selanjutnya beliau mengaskan negara
yg kita saksikan keberadaannya, bersama pemerintah membangun semua lini untuk
mensejahterakan rakyat. Negara dan Ormas Islam hrs sinergi bagai gayung
bersambut, krn jika hanya mengandalkan APBN, maka negara akan Hutang ke luar
negeri, jika negara dan pemerintah mampu membangun sinergi dgn Muhahammadiyah akan
bisa membangun unit layanan sosial, ekonomi pendidikan dan budaya. Indonesia
tanpa Muhammadiyah bagaikan negara tersinari matahari yang tertutup mendung. Negara
ini bisa bagus karena dipimpin oleh orang yg sehat dan pintar. Terkait dengan
banyaknya orang asing yang datang ke Indonesia, Pemerintah harus bersikap tegas
dan Jangan kalah dengan orang asing yang datang ke Indonesia untuk menguras
habis SDA sekaligus menyebarkan Ideologinya.
Pada kesempatan lain beliau mengatakan bahwa Muhammadiyah eksis sampai
dengan hari ini, bukan berarti tanpa masalah, dinamika sebuah perjuangan Muhammadiyah
spt Matahari yang kadang tertutup mendung di siang hari, walaupun begitu
Muhammadiyah mampu melewati itu semua karena ada 3 kekuatan besar muhammadiyah
yg membuat tetap eksis:
1. Ketulusan para pendiri dan pejuang.
Yang
harus senantiasa kita cermati adalah hal yang akan menjadikan kebaikan itu
bermakna adalah Ketulusan, yaitu perbuatan baik yang semata-mata kita lakukan
hanya mengharap balasan dari Allah SWT. Sadarilah!! Orang yang tidak tulus akan
capek dengan kebaikannya. Begitu sebaliknya ketulusan akan menjadikan pelaku
kebaikan dalam puncak kepuasan hati. Saat kita berbuat baik kepada orang lain
hanya sebagai basa-basi sosial dan hanya mengharap balasan kebaikan
berupa materi. Disaat kebaikan yang dinanti tidak kunjung didapat, maka rasa
jengkel tersembunyi akan menguasai hati kita dan menghantarkan kita untuk
menghitung-hitung kebaikan yang pernah kita lakukan.
2. Amaliyah yg Istiqomah
Istiqamah adalah mudaawamah (kontinyu), rutin dan berkesinambungan.
Layaknya orang yang menempuh perjalanan, tidak cukup baginya mengetahui arah
jalan dan memahami rambu-rambu. Seseorang yang ingin sampai ke tujuan harus
menempuh proses atau usaha untuk mendekati tempat tujuan. Dan tak ada cara yang
lebih efektif mendekatkan seseorang ke tempat tujuan selain berjalan dengan kontinyu
dan rutin. Karena itu berjuang di Muhammadiyah bukanlah perjalanan yang pendek,
butuh nafas panjang dan stamina yang senantiasa terjaga.
3. Militansi /Semangat dlm gerakan
perjuangan.
Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan yang
berkiprah dibidang dakwah, dalam sejarah berdirinya didirikan oleh seorang yang
mempunyai ghirah perjuangan yang tinggi. Sehingga Muhammadiyah sampai sekarang
eksistensinya selalu membawa perubahan bagi kehidupan bermasyarakat. Sungguh
betapa dibutuhkannya vitamin militan yang membawa kesegaran dan kebugaran
organisasi. Di era masa kini banyak generasi kita terkonstaminasi
penyakit-penyakit hedonisme, pragmatisme, dan isme-isme yang lain.
Aktivitas-aktivitas yang mereka lakukan hanyalah untuk kepentingan sesaat. Disinilah
pentingnya militansi bermuhammadiyah agar Muhammadiyah bisa eksis ila yaumil
qiyamah. Tidak ada satu bahasa yang pas kecuali “AYO BEKERJA JANGAN BICARA SAJA”
A Zainal Abidin Al-Floresi (Ketua MEK PCM Ngronggot)







