Rabu, 26 Oktober 2016

Lazismu – TNP2K Tandatangani MoU Program Indonesia Terang

Jakarta – LAZISMU. Untuk mewujudkan komitmen pemberdayaan, lembaga amil zakat nasional, Lazismu bersama Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K)  menggelar kick-off atau pembuka rencana agenda ujicoba program listrik bagi masyarakat miskin, di Sekretariat TNP2K, Kebon Sirih, Jakarta (13/9/2016).

Dalam pertemuan itu, dipaparkan bentuk program dan tahapan-tahapan program serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) program Indonesia Terang. Acara tersebut dihadiri Bambang Widianto, selaku Sekretaris Eksekutif TNP2K dan Hilman Latief, Ketua Badan Pengurus Lazismu. Sementara hadir juga perwakilan dari pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT dan Yayasan Besi Pae.
Jalinan kerjasama ini dilatarbelakangi, dengan perlunya akses bagi rumah tangga ekonomi terendah. Karena itu, Bambang Widianto, mengatakan, akses yang dimaksud adalah ada sekitar 1,6 juta rumah tangga miskin dan tidak mampu belum menikmati akses listrik terutama di desa yang tidak terjangkau.
Maka TNP2K melakukan uji coba secara bertahap, dan pada kesempatan ini bersinergi dengan Lazismu. “Terutama dalam pemberdayaan masyarakat secara produktif agar lebih tepat sasaran dan membantu penyelesaian masalah sosial masyarakat yang terus berkembang,” katanya.
Ketua Badan Pengurus Lazismu, Hilman Latief, menyambut baik rencana itu, karena sejalan dengan gerakan Lazismu dalam upaya mengentaskan permasalahan kemiskinan. “Selain itu,  sesuai dengan sasaran Lazismu khususnya di wilayah terluar, terjauh dan terdalam (3T),” jelasnya.
Hilman menambahkan, Lazismu berkomitmen untuk melakukan pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan. Hal ini, mencakup kemiskinan multi dimensional, teturama kesenjangan akses terhadap layanan dasar.
Karena itu, Lazismu dalam beberapa tahun ke depan terus berusaha memperkuat pengarusutamaan SDGs dalam program-programnya, jelasnya. Kerjasama ini merupakan satu bentuk implementasi program Lazismu di daerah  3T. “Dan sekaligus mendorong satu program SDGs yang terkait dengan Sustainable Villages Cities and Communities,” pungkasnya.
Hilman menekankan, prorgram Indonesia Terang, yang akan diuji coba di tiga desa yaitu, Naileu, Kusi Utara dan Oemaman di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan jumlah sasaran 283 Rumah Tangga Sasaran (RTS) bersama TNP2K dan mitra lainnya, diyakini Lazismu dapat meningkatkan kapasitas, produktifitas dan kemandirian desa.
“Produktivitas di sini terkait juga dengan kesempatan belajar lebih besar buat anak-anak usia sekolah, bekerja buat orang tua mereka, maupun untuk kegiatan sosial ekonomi,” terangnya.
Sumber : www.lazismu.org

Tidak ada komentar: