LazisMu_ Sebagai komitmen membangun masyarakat yang adil dan sejahtera, Muhammadiyah melalui Lembaga Amil Zakat Nasional Muhammadiyah (Lazismu) berpartisipasi aktif mewujudkan akses listrik bagi masyarakat miskin melalui program Indonesia Terang.Program tersebut akan menyasar 1.064 kepala keluarga di 6 desa di Kecamatan Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur yang merupakan masuk daerah tertinggal di Indonesia. Di wilayah NTT sendiri mayoritas masyarakatnya adalah non muslim, dalam melaksanakan kerja-kerja kemanusiaan, Muhammadiyah khususnya Lazismu tak pernah membeda-bedakan suku, agama, ras, dan golongan.Andar Wibowo Direktur Utama Lazismu mengungkapkan guna menyukseskan program tersebut pihaknya telah bekerjasama dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan akan mulai melakukan instalasi awal pada akhir oktober ini. “Jadi kami akan dibantu oleh TNP2K dalam hal data dan pemetaan keluarga miskin,” jelas Andar kepada awak media di Jakarta Convention Center.Program tersebut meliputi bantuan solar panel berkapasitas 100 Kwh yang secara gratis akan diberikan kepada rumah tangga miskin dan tidak mampu.“Ini program pertama Lazismu, program kedua rencananya akan menarget 10 ribu keluarga di wilayah Madura,” terang Andar.Regi Wahono ketua TNP2K mengatakan persoalan pengentasan kemiskinan bukan merupakan hal mudah. Kemiskinan di Indonesia didasari oleh tiga aksek yakni pendidikan, kesehatan dan infrastruktur dasar.“Listrik ini masuk ke infrastruktur dasar. di Indonesia itu elektrifikasinya baru 88,3 persen sisanya 12 sekian persen masih mengandalkan lampu minyak tanah dan mengakibatkan dana subsidi pemerintah terganggu,” ucap Regi. Regi berharap program Indonesia Terang Lazimu dapat berguna dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat miskin. (sp/kbk)
Selasa, 01 November 2016
Rabu, 26 Oktober 2016
SEMARAK GEMA MUHARRAM 1438 H MUHAMMADIYAH RANTING NGRONGGOT
Ngronggot-LAZISMU. Dalam rangka memeriahkan dan
menyemarakkan peringatan tahun baru 1438
hijriyah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Desa Ngronggot menggelar acara “Gema
Muharram 1438” Acara yang berlangsung pada hari Ahad, 23 Oktober 2016 ini
memiliki 3 agenda kegiatan yaitu : Pengobatan Gratis, Pengajian Umum dan
Santunan Yatim dan Dhu’afa.
Pada acara pengobatan Gratis PRM Desa Ngronggot yang bekerja
sama dengan Rumah Sakit Aisyiyah Nganjuk yang dilaksanakan pada sore harinya
sebanyak 45 orang yang memanfaatkan jasa pengobatan gratis tersebut. Pada Acara Pengobatan Gratis juga hadir Tim
dari Nusa Optik Cabang Nganjuk dan Kertosono yang dipimpin oleh Bapak Suliono
menghadirkan tim dokter spesialis mata, sebayak 6 orang yang memanfaatkan jasa
tersebut.
Pada malam harinya dilanjutkan dengan Pengajian Umum yang
disampaikan oleh Bapak KH. Ali Mansur Kastam Pengasuh Pondok Pesantren YTP
Kertosono, dalam uraiannya beliau menyampaikan agar umat Islam mampu memberikan
kontribusi nyata pada masyarakat. Antusiasme masyarakat dalam mengikuti
pengajian umum ini sangat tinggi, ini terlihat dari undangan yang tersebar
sebanyak 250 namun yang hadir mencapai 400 orang. Sementara itu setelah
pengajian umum dilanjutkan dengan penyerahan paket sembako oleh Lazismu Nganjuk.
Sebanyak 50 yatim piatu dan kaum dhuafa
di Desa Ngronggot Kecamatan Ngronggot menerima santunan berupa bingkisan paket
sembako dari Lazismu Nganjuk. Sebelumnya
Santunan ini telah diberikan secara simbolis kepada 4 orang oleh
Ketua Lazismu Nganjuk sebelum acara pengajian umum dimulai.
Dalam sambutannya Ketua Lazismu Nganjuk mengatakan bahwa
santunan tersebut diberikan kepada 50 anak yatim dan dhuafa sebagai bentuk
kepeduliannya terhadap sesama yang membutuhkan/kurang beruntung. Beliau berharap
agar masyarakat mempercayakan penyerahan ZISWAF kepada Lazismu disamping Lazismu merupakan
Lembaga Amil Zakat Nasional, Lazismu juga merupakan lembaga Amil Zakat yang
transparan dan kredibel dan juga mempunyai komitmen untuk mengurangi angka
kemiskinan dan pengangguran hal ini terlihat dari program- programnya.
Sementara itu Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Desa
Ngronggot Bapak Acub Zainal Abidin
Al-Floresi dalam sambutannya mengatakan,
kegiatan seperti ini akan menjadi agenda tahunan PRM Desa Ngronggot, Pria asli
Flores ini berharap dukungan dan do’a restu agar dalam melaksanakan amanah
sebagai pimpinan ranting selalu istiqomah dalam memberikan pelayanan kepada
umat. Beliau berjanji agar kegiatan seperti ini pada tahun- tahun akan datang lebih meriah dan lebih banyak lagi peserta yang mendapatkan manfaat baik santuan, pengobatan dan kegiatan lainnya yang akan digelar oleh PRM Desa Ngronggot
Seluruh rangkaian acara tersebut dilaksanakan di halaman rumah bpk H. Sabili Rahman Dusun Dingin Desa Ngronggot Kec. Ngronggot.


Seluruh rangkaian acara tersebut dilaksanakan di halaman rumah bpk H. Sabili Rahman Dusun Dingin Desa Ngronggot Kec. Ngronggot.


Lazismu – TNP2K Tandatangani MoU Program Indonesia Terang
Jakarta – LAZISMU. Untuk mewujudkan komitmen pemberdayaan, lembaga amil zakat nasional, Lazismu bersama Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menggelar kick-off atau pembuka rencana agenda ujicoba program listrik bagi masyarakat miskin, di Sekretariat TNP2K, Kebon Sirih, Jakarta (13/9/2016).
Dalam pertemuan itu, dipaparkan bentuk program dan tahapan-tahapan program serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) program Indonesia Terang. Acara tersebut dihadiri Bambang Widianto, selaku Sekretaris Eksekutif TNP2K dan Hilman Latief, Ketua Badan Pengurus Lazismu. Sementara hadir juga perwakilan dari pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT dan Yayasan Besi Pae.
Jalinan kerjasama ini dilatarbelakangi, dengan perlunya akses bagi rumah tangga ekonomi terendah. Karena itu, Bambang Widianto, mengatakan, akses yang dimaksud adalah ada sekitar 1,6 juta rumah tangga miskin dan tidak mampu belum menikmati akses listrik terutama di desa yang tidak terjangkau.
Maka TNP2K melakukan uji coba secara bertahap, dan pada kesempatan ini bersinergi dengan Lazismu. “Terutama dalam pemberdayaan masyarakat secara produktif agar lebih tepat sasaran dan membantu penyelesaian masalah sosial masyarakat yang terus berkembang,” katanya.
Ketua Badan Pengurus Lazismu, Hilman Latief, menyambut baik rencana itu, karena sejalan dengan gerakan Lazismu dalam upaya mengentaskan permasalahan kemiskinan. “Selain itu, sesuai dengan sasaran Lazismu khususnya di wilayah terluar, terjauh dan terdalam (3T),” jelasnya.
Hilman menambahkan, Lazismu berkomitmen untuk melakukan pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan. Hal ini, mencakup kemiskinan multi dimensional, teturama kesenjangan akses terhadap layanan dasar.
Karena itu, Lazismu dalam beberapa tahun ke depan terus berusaha memperkuat pengarusutamaan SDGs dalam program-programnya, jelasnya. Kerjasama ini merupakan satu bentuk implementasi program Lazismu di daerah 3T. “Dan sekaligus mendorong satu program SDGs yang terkait dengan Sustainable Villages Cities and Communities,” pungkasnya.
Hilman menekankan, prorgram Indonesia Terang, yang akan diuji coba di tiga desa yaitu, Naileu, Kusi Utara dan Oemaman di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan jumlah sasaran 283 Rumah Tangga Sasaran (RTS) bersama TNP2K dan mitra lainnya, diyakini Lazismu dapat meningkatkan kapasitas, produktifitas dan kemandirian desa.
“Produktivitas di sini terkait juga dengan kesempatan belajar lebih besar buat anak-anak usia sekolah, bekerja buat orang tua mereka, maupun untuk kegiatan sosial ekonomi,” terangnya.
Sumber : www.lazismu.org
Langganan:
Komentar (Atom)



